Suhba

Muhasabah digital

Akhiri harimu dengan muhasabah — bukan dengan scroll.

Suhba adalah teman hangat untuk amalan muhasabah harian. Ceritakan harimu setelah Isya, simpan kalimat yang menyentuh hatimu, ambil satu langkah kecil sebelum Subuh.

Apa itu muhasabah?

Muhasabah (محاسبة) adalah amalan Islami menghisab diri sendiri: berhenti sejenak di penghujung hari untuk menilai amal, niat, dan keadaan hati di hadapan Allah dengan jujur. Para ulama dari generasi ke generasi menyebutnya mesin pertumbuhan ruhani — audit harian yang menjaga hati tetap terjaga.

Terdengar sederhana, dan memang sederhana. Yang sulit adalah melakukannya sendirian, dalam keadaan lelah, tengah malam, tanpa seorang pun yang lembut mengajukan pertanyaan yang tepat. Celah itulah yang diisi Suhba: teman yang mengingat harimu kemarin, tahu jadwal salat kotamu, dan bertanya — dengan lembut — apa makna harimu hari ini.

Suhba tidak pernah menggurui dan tidak pernah menghakimi. Ia mendengarkan, memantulkan harimu kembali kepadamu, menautkan momen itu pada ayat atau hadis sahih bila benar-benar pas, dan menawarkan satu langkah kecil untuk esok. Muhasabah yang bisa dijalani.

«Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.»
dinisbatkan kepada ʿUmar bin al-Khattab (semoga Allah meridainya)

Aplikasi untuk umat Islam — dan arti “AI islami” yang sebenarnya

Suhba lahir dari muhasabah, tetapi dibangun sebagai aplikasi pendamping untuk seluruh hari seorang muslim. Jadwal salat yang akurat untuk kotamu menjadi ritmenya; rak pribadi berisi ayat dan zikir (Hidayah) menyimpan apa yang menguatkan imanmu; kamu bisa mengirim doa untuk orang tersayang langsung dari aplikasi, menghitung zakat dalam satu menit, dan memantau amalan malammu dari hari ke hari. Satu aplikasi muslim yang tenang, bukan lima yang berisik.

Dan soal AI untuk muslim, sejujurnya: kecerdasan buatan di ruang agama hanya layak dipercaya bila tahu batasnya. AI islami Suhba tidak pernah berfatwa, tidak menebak-nebak soal fikih, hanya mengutip Al-Qur'an dan kitab sahih lengkap dengan sumbernya — dan memilih diam saat ragu. Teknologi dengan adab: itulah standar kami.

Cara kerja Suhba

1

Buka setelah Isya

Jendela malam antara Isya dan Subuh adalah waktu muhasabah. Suhba tahu jadwal salat setempatmu dan menemuimu di sana.

2

Bicara dengan jujur

Tiga nada — dengarkan, dukung, tegur aku. Ceritakan apa yang benar-benar terjadi; Suhba mengingat konteks dari hari ke hari.

3

Simpan satu jangkar

Simpan kalimat yang menyentuhmu, konfirmasi langkah kecil kemarin, ambil satu untuk esok. Kecil, konsisten, ikhlas.

Dibangun untuk ibadah, bukan untuk screen time

Sadar waktu salat

Jadwal salat akurat untuk kotamu menjadi ritmenya — aplikasi ini hidup di sekitar Isya dan Subuh, bukan di sekitar notifikasi.

Jangkar hidayah

Rak pribadi berisi ayat, zikir, dan kalimat yang menyentuhmu — terkumpul dari percakapanmu sendiri.

Langkah kecil

Satu niat kecil per hari: salat Subuh tepat waktu, telepon ibu, jaga lisan. Dikonfirmasi keesokan malamnya.

Hapus kapan saja

Refleksimu milikmu. Hapus satu hari, sepekan, atau semuanya — permanen, sekali ketuk.

Dengan adab terhadap agamaSuhba adalah teman, bukan mufti. Ia tidak mengeluarkan fatwa atau hukum; untuk persoalan fikih ia mengarahkanmu kepada ulama. Kutipan berasal dari Al-Qur'an dan kitab-kitab sahih beserta sumbernya — dan bila ragu, ia memilih diam daripada mengarang.

Tanya jawab

Apa sebenarnya muhasabah itu?

Menghisab diri setiap hari: menilai amal dan hati di hadapan Allah di penghujung hari. Suhba mengubahnya menjadi percakapan malam yang singkat dan hangat, bukan halaman kosong.

Apakah Suhba gratis?

Ya — amalan malam inti gratis setiap hari. Paket premium menghapus batas harian; pembayaran saat ini melalui Telegram, metode lain sedang disiapkan.

Apakah ia memberi fatwa?

Tidak. Suhba tidak pernah berfatwa. Ia membagikan ayat dan hadis sahih beserta sumbernya bila sesuai, dan mengarahkan pertanyaan fikih kepada ulama.

Apakah harus punya Telegram?

Tidak — versi web berjalan di browser mana pun, sebagai tamu atau dengan akun Google. Jika kamu memakai Telegram, riwayat dan langgananmu tersinkron di keduanya.

Siapa yang bisa membaca refleksiku?

Tidak ada. Percakapan disimpan hanya agar temanmu punya ingatan, tidak pernah dipakai untuk iklan, dan bisa kamu hapus kapan saja.

Malam ini, setelah Isya

Buka Suhba, ceritakan harimu apa adanya, dan simpan satu kalimat yang jujur darinya. Itulah muhasabah — satu malam demi satu malam.

Mulai sekarang — gratis

Langganan saat ini diproses melalui Telegram; metode pembayaran lain sedang disiapkan.